Sang Penggembala Tiada Butuh PSE

Tentu saja judul tulisan singkat ini adalah parodi dari sesuatu. If you know, you know.

Cowboys portrayed in Western art. The Herd Quitter by C. M. Russell

Sedikit terlepas dari apa yang terjadi beberapa waktu lalu dan dari apa yang orang-orang katakan, ada satu hal yang saya rasa sangat penting: pengguna Internet harus meningkatkan kontrol atas apa yang ia gunakan. Intinya adalah kurangi liabilitas! Kurangi ketergantungan pada sistem besar!

Pengguna Internet tidak akan serta-merta bebas hanya karena tidak ada pemblokiran. Adalah hal yang menyedihkan ketika kita tidak bisa mengakses toko video gayme favorit kita. Akan tetapi, lebih menyedihkan lagi ketika kita terlalu bergantung pada satu penyedia (atau penyelenggara, atau terserah) layanan saja.

Itu adalah salah satu bentuk liabilitas ketika menggunakan Internet. Kita dihadapkan dengan sebuah kontingensi. Apa yang terjadi jika sistem besar tiba-tiba mati atau melakukan sesuatu yang tidak kita suka? Kita akan ketar-ketir. Kita bukan menjadi penggembala lagi, tetapi hanya pemakan daging. Untuk mengurangi liabilitas dan meningkatkan kontrol, kita perlu menjadi penggembala lagi!

Bagaimana caranya? Karena tulisan ini bukan sebuah karangan le tin foil hat xD, kita tidak akan membahas cara menggulingkan Antikristus (penyedia layanan besar). Akan tetapi, hal yang harus dilakukan adalah pilih penyedia layanan alternatif atau buat layananmu sendiri!

Hal tersebut bukan berarti langsung menghapus akun Google. Tingkatkan saja kontrol di tempat-tempat kecil. Misalnya, ketika ingin meng-consoom video YouTube, Sang Penggembala tidak harus bergantung pada satu tampilan depan "youtube.com" atau aplikasi mobile yang dipenuhi iklan. Mungkin ada yang sering mendengar aplikasi pihak ketiga seperti Vanced. Pengembangan aplikasi itu sudah dihentikan dan dulu itu cukup keren. Akan tetapi, masih banyak cara untuk mengakses konten YouTube seperti menggunakan tampilan depan Invidious, aplikasi mobile NewPipe, atau secara sederhana menempelkan URL video ke mpv. Itu hanya contoh dan bukan daftar menyeluruh. Sisanya cari sendiri karena Sang Penggembala harusnya tahu banyak titik menarik di padang rumput luas.

Oke, kita wibu. Bagaimana kalau kita ingin mengonsumsi anime? Benar, jawabannya bukan dengan kita berlangganan layanan pengaliran media digital seperti Gayflix, bukan juga kita harus bergantung pada terbatasnya animek gratis di layanan lain. Tentu kau bisa melakukannya, tetapi jangan bergantung dan berhenti pada dua hal itu saja. Mungkin Sang Penggembala menggunakan teknologi peer-to-peer seperti BitTorrent untuk berbagi anime. Ada juga ani-cli bagi mereka yang suka kesederhanaan. Baik, cukup di sini pret-protnya, kunjungi saja fansubber favorit kalian, duh.

Kau hanya pengguna pasif Twitturd, hanya membutuhkannya untuk mengikuti ilustrator gadis anime cantik? Coba Nitter. Ingin merasakan Internet yang tidak dibangun hanya dengan tiga atau empat batu bata (i.e. sosmed besar)? Coba tengok Fediverse. Setelah ini, masih sama, cari sendiri! Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu Yang menciptakan (ateis nangis)!

Bagaimana dengan "buat layananmu sendiri" yang tadi sempat disinggung? Yah, hal ini sedikit repot, perlu diakui. Akan tetapi, jika Sang Penggembala benar-benar tertarik untuk memiara banteng, cara yang termudah adalah buat situs web pribadi. Cobalah baca Landchad untuk, entah, for the lols dan juga good keks.

Situs-situs web atau blog-blog pribadi adalah bagaimana Internet seharusnya bekerja! Saya tidak lain hanyalah seorang zoomer, jadi saya tidak bisa mendeskripsikan bagaimana Internet 20 atau 30 tahun lalu berdasarkan pengalaman pribadi. Namun, jika itu adalah 13 tahun lalu, saya dapat dengan percaya diri mengatakan eksistensi pengguna Internet tidak dinilai dari akun sosmed. Pengguna Internet memiliki blog pribadi. Untuk membacotkan suatu hal dengan orang lain, mereka mengunjungi situs forum indie. Pada akhirnya, mereka adalah para Penggembala!

by Nikotile (reply-to)

Mon, 01 Aug 2022 03:31:28 GMT